( Umar Hidayat, M.Ag. )
"Sungguh tiap mukmin itu bersaudara."
Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan.
Saat kebaikan justru melukai. Sesungguhnya yang rusak bukanlah ukhuwah.
Tapi iman-iman kita sedang sakit. Mari kita waspai jebakan setan hingga melemahkan keimanan
PERSAHABATAN bukanlah pelangi, yang indah hanya sekejap..
PERSAHABATAN bukan pula matahari, yang menemani 1/2 hari..
PERSAHABATAN adalah HATI yang melekat dalam diri & akan ada dalam jiwa.
PERSAHABATAN bukan pula BULAN yang nampak indah hanya saat PURNAMA
Ia seperti UDARA yang kita hirup saat terlelap dan terjaga.
Aha..
Betapa berbangga hati yang bisa berukhuwah.
Tapi ada yang lebih jelita lagi, kita memilikinya dalam Minhatun Robbaniyyah. Dalam Nikmatun Ilahiyah.
Dalam Quwwatun Imaniyah. Di saat seperti inilah selaksa kerinduan yang tak harap berpisah. Maka pantas saja Al-Faruq, Umar bin Al Khattab pernah melantunkan kata Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini
kecuali karena tiga hal: keindahan berjihad di jalanNya, repotnya berdiri Qiyamul Lail, dan indahnya bertemu dengan sahabat lama.
Mungkin kisah berikut mampu mengwal perasaan kita. betapa ukhuwah itu penanda iman kita.
Semenjak wafat Nabi Saw itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi.
Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan
sendu bilal berkata: Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja.
Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.
Abu Bakar Ra. pun tak bisa lagi mendesak Bilal Ra. untuk kembali mengumandangkan adzan.
Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi Saw., terus mengendap di hati Bilal Ra.
Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.
Lama Bilal Ra tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi Saw hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya:
Ya Bilal, wa maa hadzal jafa?
Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?.
Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.
setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi Saw., pada sang kekasih.
Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi Saw., Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Saw itu.
Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal Ra.: Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami?
Kami ingin mengenang kakek kami. Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.
Bilal pun memenuhi permintaan itu.
Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Nabi Saw masih hidup.
Mulailah dia mengumandangkan adzan.
Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali.
Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan.
Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw.
Hari adzan pertama dan terakhir bagi Bilal Ra. Adzan yang tak bisa dirampungkan .
Bayangkan kita seolah sedang hidup bersama di tengah-tengah mereka.
Hamba-hamba Allah yang selalu terhubung dengan langit dan merasakan indahnya ukhuwah dalam kebenaran dan kemuliaan.
Maka jika masih ada batas dalam perjalan ukhuwah kita, bisa dipastikan kita telah gagal mengenggam makna ukhuwah yang sebenarnya.
Ada sebuah nasihat dari ibnul Qoyyim Al Jauzi. Ukhuwwah itu hanya sekedar buah dari keimanan kita kepada Allah.
Jadi jika ukhuwwahnya bermasalah mari kita evaluasi keimanan kita kepada Nya.
Efek dari hubungan baik kita dengan yang ada di langit secara langsung berefek pada baiknya keterhububungan kita dengan bumi.
Dalam sebuah kutipan ada yang mengingatkan pada kita
#Sebesar cintamu pada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu.
Sebesar ketakutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu.
Sebesar kesibukanmu pada Allah, sebesar itu pula orang lain sibuk untukmu. ''kutipan Al Mughirah''#
Begitu juga dalam Ayat Al quran.
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS. AL HUJURAT:10).
Hati yang beriman adalah hati yang jelita disebabkan dalam hati mereka selalu bersambung dengan Allah dan selalu meneladani rasulullah.
Salim fillah berkata, hati yang jelita itu adalah hati yang selalu mengulurkan rasa cinta pada sesama.
Hati mereka selalu tunduk pada Allah dan rasulullah sehingga mudah tunduk pada ukhuwah meski dengan berbagai perbedaan yang ada.
Dan rendahkanlah dirimu bila bersama orang mukmin. Kita diminta berendah hati bila kita mau meneladani rasulullah.
Karena ketika kita merendah kita tak akan mudah terjatuh. Dan bila sampai terjatuh tak begitu terasa sakit.
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺑﺎﺭﻙ وسلم
Jumat, 20 Februari 2015
7 Macam Persahabatan, 1 yang kekal hingga akhirat
1. "Ta'aruffan", adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.
2. "Taariiihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan sebagainya.
3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.
4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. "Amalan", adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama2 dokter, guru, dan sebagainya.
6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya... "Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang" (QS 3 : 120).
7. "Hubban Iimaanan", adalah sebuah ikatan persahabatan yg lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat.
Yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah...
"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan" (QS 43 : 67).
~ Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
~ Saling memberi peringatan (Tahdzir) disaat sahabat tergelincir dalam kesalahan dan Dosa..
Semoga kita bisa menjadi+mendapat sahabat akherat yang baik "Hubban Iimaanan" Aamiin..
📝Repost MT Syifaa-ul Quluub
2. "Taariiihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan sebagainya.
3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.
4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. "Amalan", adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama2 dokter, guru, dan sebagainya.
6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya... "Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang" (QS 3 : 120).
7. "Hubban Iimaanan", adalah sebuah ikatan persahabatan yg lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat.
Yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah...
"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan" (QS 43 : 67).
~ Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
~ Saling memberi peringatan (Tahdzir) disaat sahabat tergelincir dalam kesalahan dan Dosa..
Semoga kita bisa menjadi+mendapat sahabat akherat yang baik "Hubban Iimaanan" Aamiin..
📝Repost MT Syifaa-ul Quluub
Bahagia itu....
Bahagia itu, Ketika Orientasi Anda Akhirat
Ibnu Hazm -rohimahulloh- mengatakan:
"Aku dapati orang yang 'beramal untuk akhirat', jika dia diuji dengan sesuatu yang dibenci dalam jalan itu; dia tidak sedih, bahkan dia malah bahagia, karena harapannya terhadap apa yang akan diterimanya (di akhirat) itu menjadi penolong baginya pada hal yang dia inginkan, dan itu melebihi target yang dia inginkan.
Dan aku dapati bila dia terhenti langkahnya oleh sesuatu hal di jalannya itu; dia tidak sedih, karena dia (tahu) tidak disalahkan karena itu, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh terhadap apa yang dia inginkan (di akhirat).
Aku melihat bila dia dijadikan sasaran gangguan; dia bahagia. Bila ditimpa kesulitan; dia bahagia. Dan bila dia lelah karena apa yang dijalani; dia gembira, sehingga dia dalam keadaan bahagia selamanya…
Dan ketahuilah, bahwa yang diinginkan (oleh manusia) hanyalah satu; MENGUSIR KESEDIHAN, dan tidak ada jalan untuk itu melainkan satu jalan, yaitu: beramal karena Allah ta'ala".
[Al-Akhlaq was Siyar, Ibnu Hazm, hal: 15-16].
-------
Inilah yang jauh hari telah disinggung oleh Nabi SAW :
"Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya adalah kebaikan, dan itu tidaklah ada melainkan pada diri seorang mukmin.
Bila dia menerima nikmat; dia bersyukur, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa ujian, dia bersabar, sehingga itu menjadi kebaikan pula baginya". [HR. Muslim: 2999].
Oleh: Ustadz Musyaffa' ad Dariny
Ibnu Hazm -rohimahulloh- mengatakan:
"Aku dapati orang yang 'beramal untuk akhirat', jika dia diuji dengan sesuatu yang dibenci dalam jalan itu; dia tidak sedih, bahkan dia malah bahagia, karena harapannya terhadap apa yang akan diterimanya (di akhirat) itu menjadi penolong baginya pada hal yang dia inginkan, dan itu melebihi target yang dia inginkan.
Dan aku dapati bila dia terhenti langkahnya oleh sesuatu hal di jalannya itu; dia tidak sedih, karena dia (tahu) tidak disalahkan karena itu, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh terhadap apa yang dia inginkan (di akhirat).
Aku melihat bila dia dijadikan sasaran gangguan; dia bahagia. Bila ditimpa kesulitan; dia bahagia. Dan bila dia lelah karena apa yang dijalani; dia gembira, sehingga dia dalam keadaan bahagia selamanya…
Dan ketahuilah, bahwa yang diinginkan (oleh manusia) hanyalah satu; MENGUSIR KESEDIHAN, dan tidak ada jalan untuk itu melainkan satu jalan, yaitu: beramal karena Allah ta'ala".
[Al-Akhlaq was Siyar, Ibnu Hazm, hal: 15-16].
-------
Inilah yang jauh hari telah disinggung oleh Nabi SAW :
"Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya adalah kebaikan, dan itu tidaklah ada melainkan pada diri seorang mukmin.
Bila dia menerima nikmat; dia bersyukur, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa ujian, dia bersabar, sehingga itu menjadi kebaikan pula baginya". [HR. Muslim: 2999].
Oleh: Ustadz Musyaffa' ad Dariny
Kamis, 19 Februari 2015
Muhasabah
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, kerana kaum muslimin akan menguruskan jasadmu. Mereka akan melucutkan pakaianmu, memandikanmu & mengkafanmu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, KUBURAN.
Akan ramai orang yang menghantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. & mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari..... Barang-barangmu akan dikemas, kitab , kasut & pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.
Yakinlah; dunia & alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung! Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab & DIPERHITUNGKAN untuk yang kecil & yang besar dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan. Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam,beberapa hari, lalu mereka kembali seperti sediakala & tertawa! Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih satu dua minggu, sebulan dua bulan, & mungkin hingga setahun?? Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam kenangan.... Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia". & kisahmu yg sesungguhnya baru dimulai, AKHIRAT!! Telah musnah kemuliaan, harta, kesihatan & anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana & isteri tercinta. Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu & Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan renungan.
Usahakan dengan sungguh-sungguh;
Menjalankan kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, menutup aurat sesuai syariat..menyampaikan satu ayat...merahasiakan amal soleh, merahasiakan solat malam, Semoga engkau selamat.
Allahurabbi... Kubur itu semakin dekat untuk ditempati..
Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, kerana kaum muslimin akan menguruskan jasadmu. Mereka akan melucutkan pakaianmu, memandikanmu & mengkafanmu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, KUBURAN.
Akan ramai orang yang menghantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. & mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari..... Barang-barangmu akan dikemas, kitab , kasut & pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.
Yakinlah; dunia & alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung! Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab & DIPERHITUNGKAN untuk yang kecil & yang besar dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan. Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam,beberapa hari, lalu mereka kembali seperti sediakala & tertawa! Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih satu dua minggu, sebulan dua bulan, & mungkin hingga setahun?? Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam kenangan.... Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia". & kisahmu yg sesungguhnya baru dimulai, AKHIRAT!! Telah musnah kemuliaan, harta, kesihatan & anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana & isteri tercinta. Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu & Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan renungan.
Usahakan dengan sungguh-sungguh;
Menjalankan kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, menutup aurat sesuai syariat..menyampaikan satu ayat...merahasiakan amal soleh, merahasiakan solat malam, Semoga engkau selamat.
Allahurabbi... Kubur itu semakin dekat untuk ditempati..
Sahabat
Seberapa dekat kita dengan sahabat kita sekarang? Bahkan seorang iman seperti Imam Syafi’i mengakui betapa sulitnya mencari sahabat karib, terlebih yang siap berada di sisi kita baik senang maupun duka. Beliau berkata “Tidak ada yang abadi dan tidak ada kawan sejati kecuali yang menolong ketika susah”. وَيَومَ يَعَضُّ الظّالِمُ عَلىٰ يَدَيهِ يَقولُ يٰلَيتَنِى اتَّخَذتُ مَعَ الرَّسولِ سَبيلًا ﴿٢٧﴾ يٰوَيلَتىٰ لَيتَنى لَم أَتَّخِذ فُلانًا خَليلًا ﴿٢٨﴾ لَقَد أَضَلَّنى عَنِ الذِّكرِ بَعدَ إِذ جاءَنى ۗ وَكانَ الشَّيطٰنُ لِلإِنسٰنِ خَذولًا ﴿٢٩﴾
“dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan :27-29)
Maka kelak di hari kiamat, orang yang semacam ini, yang hubungan persaudaraan, pertemanan, maupun pernikahan, hubungan apapun, justru menjauhkannya dari kebenaran, dari Allah SWT, ia akan mengatakan dihadapan Allah kelak di hari kiamat “yaa wailata laitani lam at-takhidz fulaanan khaliila.. Aduhai celaka aku, andai saja dulu tidak kujadikan ia sebagai teman akrabku”
Sebab sejatinya, sejarah itu terus berulang, hanya actor serta tokoh-tokoh pelakunya saja yang berubah. Apakah kita akan mengulang kesalahan orang orang terdahulu? Semua kembali pada pilihan kita sendiri
.
Di sini ada jalannya Adam, Nuh, Hud, Ibrahim, Musa, Isa, Maryam, Lukman, ashabul kahfi, ashabul ukhdud, ashabu Yasin dan jalan-jalan orang yang di beri nikmat lainnya.
.
Sedang jalan yang kedua, adalah jalannnya orang-orang yang dimurka dan tersesat. Alquran pun membentangkan jalannya untuk kita. Di sana ada jalannya Iblis, Fir’aun, Hamman, Qarun, ya’juj ma’juj, Namrud, kaum Luth, dan lain sebagainya?
.
Jalan manakah yang hendak kita ambil?
“dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan :27-29)
Maka kelak di hari kiamat, orang yang semacam ini, yang hubungan persaudaraan, pertemanan, maupun pernikahan, hubungan apapun, justru menjauhkannya dari kebenaran, dari Allah SWT, ia akan mengatakan dihadapan Allah kelak di hari kiamat “yaa wailata laitani lam at-takhidz fulaanan khaliila.. Aduhai celaka aku, andai saja dulu tidak kujadikan ia sebagai teman akrabku”
Sebab sejatinya, sejarah itu terus berulang, hanya actor serta tokoh-tokoh pelakunya saja yang berubah. Apakah kita akan mengulang kesalahan orang orang terdahulu? Semua kembali pada pilihan kita sendiri
.
Di sini ada jalannya Adam, Nuh, Hud, Ibrahim, Musa, Isa, Maryam, Lukman, ashabul kahfi, ashabul ukhdud, ashabu Yasin dan jalan-jalan orang yang di beri nikmat lainnya.
.
Sedang jalan yang kedua, adalah jalannnya orang-orang yang dimurka dan tersesat. Alquran pun membentangkan jalannya untuk kita. Di sana ada jalannya Iblis, Fir’aun, Hamman, Qarun, ya’juj ma’juj, Namrud, kaum Luth, dan lain sebagainya?
.
Jalan manakah yang hendak kita ambil?
Waspadalah wahai kaum wanita!
Wahai para wanita…tahukah anda bahwa:
.
Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
.
Semakin sang lelaki menghayalkanmu…semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
.
Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu
.
Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??
.
Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu…maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah
.
Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat…dan di akhirat kelak…bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam..
Naudzubillah min dzalik..
.
Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
.
Semakin sang lelaki menghayalkanmu…semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
.
Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu
.
Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??
.
Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu…maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah
.
Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat…dan di akhirat kelak…bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam..
Naudzubillah min dzalik..
Jangan Pernah Menilai Seseorang Dengan Melihat Masa Lalunya
Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam…
jauh dari sunnah…
jauh dari hidayah…
tenggelam dalam dunia yang menipu…
terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista…
Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan…
peminum khomr…
bahkan pelaku kesyirikan?
Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.
.
Bisa jadi anda salah satu dari mereka para ikhwan/akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam…
yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.
Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda…
maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk….. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang…
kondisinya tatkala akan meninggal…
bukan masa lalunya.
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda “Amalan-amalan itu tergantung akhirnya”
Baarakallaah :)
jauh dari sunnah…
jauh dari hidayah…
tenggelam dalam dunia yang menipu…
terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista…
Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan…
peminum khomr…
bahkan pelaku kesyirikan?
Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.
.
Bisa jadi anda salah satu dari mereka para ikhwan/akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam…
yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.
Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda…
maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk….. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang…
kondisinya tatkala akan meninggal…
bukan masa lalunya.
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda “Amalan-amalan itu tergantung akhirnya”
Baarakallaah :)
Sudah bersyukur hari ini?
Jangan dengki terhadap seseorang kerana nikmat yang diberikan Allah kepadanya, sebab kita tidak tau apa yang telah Allah ambil darinya.
Dan jangan kita bersedih apabila Allah mengambil sesuatu dari kita, sebab kita tidak tau apa yang akan diberikan oleh Allah sebagai gantinya.
.
Dalam hidup kita sejatinya banyak yang seharusnya disyukuri, hanya saja terkadang tertutupi oleh kita yang gemar melihat rezeky orglain dan gemar mengorek2 kekurangan rezeky sendiri.
.
Yang terjadi adalah merasa panas hati pada rezeky orang dan kufur terhadap nikmat rezeky yg Allah beri pada diri.
.
Kalau sudah begitu, tinggal bersiap untuk jalani hidup dengan hati yang sempit, pikiran yang rumit, dan perasaan yang selalu sulit.
.
Sungguh menderita jadi manusia yg kufur terhadap nikmat Allah
.
Sungguh menyedihkan menjadi manusia yg dengki terhadap kebahagiaan dan rezeky yg orang miliki
.
Sungguh patut dikasihani menjadi manusia yang tak sadar bhw hidupnya penuh dg rahmat Illahi Rabbi
.
Sadarkah kita bahwa sampai detik ini pun udara yang kita hirup untuk keberlangsungan hidup kita tak Allah tagih dg bayaran uang yg smua manusia belum tentu mampu? Allah hanya memberikan alternatif bayaran berupa ketaatan padaNya, itu saja, yg jelas semua umat asalnya mampu hanya saja ada yg lari dariNya dan enggan.
.
Sama2 kita belajar untuk selalu besyukur krn kita memiliki Rabb Yang Maha Pengasih..
.
Dan belajar untuk menjadi manusia yg tidak hanya tau terimakasih terhadap sesama manusia, tetapi tau terimakasih terhadap Rabbnya, dengan cara selalu berusaha taat padaNya untuk "membayar" rasa terimakasih atas segala karuniaNya
Dan jangan kita bersedih apabila Allah mengambil sesuatu dari kita, sebab kita tidak tau apa yang akan diberikan oleh Allah sebagai gantinya.
.
Dalam hidup kita sejatinya banyak yang seharusnya disyukuri, hanya saja terkadang tertutupi oleh kita yang gemar melihat rezeky orglain dan gemar mengorek2 kekurangan rezeky sendiri.
.
Yang terjadi adalah merasa panas hati pada rezeky orang dan kufur terhadap nikmat rezeky yg Allah beri pada diri.
.
Kalau sudah begitu, tinggal bersiap untuk jalani hidup dengan hati yang sempit, pikiran yang rumit, dan perasaan yang selalu sulit.
.
Sungguh menderita jadi manusia yg kufur terhadap nikmat Allah
.
Sungguh menyedihkan menjadi manusia yg dengki terhadap kebahagiaan dan rezeky yg orang miliki
.
Sungguh patut dikasihani menjadi manusia yang tak sadar bhw hidupnya penuh dg rahmat Illahi Rabbi
.
Sadarkah kita bahwa sampai detik ini pun udara yang kita hirup untuk keberlangsungan hidup kita tak Allah tagih dg bayaran uang yg smua manusia belum tentu mampu? Allah hanya memberikan alternatif bayaran berupa ketaatan padaNya, itu saja, yg jelas semua umat asalnya mampu hanya saja ada yg lari dariNya dan enggan.
.
Sama2 kita belajar untuk selalu besyukur krn kita memiliki Rabb Yang Maha Pengasih..
.
Dan belajar untuk menjadi manusia yg tidak hanya tau terimakasih terhadap sesama manusia, tetapi tau terimakasih terhadap Rabbnya, dengan cara selalu berusaha taat padaNya untuk "membayar" rasa terimakasih atas segala karuniaNya
Langganan:
Postingan (Atom)