Ceritanya berawal dari karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, sehingga ia bisa benar-benar menjadi Muslim. Hal ini menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh siapa saja yang menyatakan diri sebagai pemeluk agama ini. Selain itu hal ini bertujuan untuk menjelaskan tuntutan yang dikehendaki oleh Islam dari setiap Muslim agar pengakuannya sebagai Muslim benar dan sungguh-sungguh, selanjutnya ia menjadi seorang Muslim sejati.
By the way, ada beberapa karakteristik yang harus kita miliki agar menjadi seorang Muslim sejati...
Ini syarat pertama cuy, sebagai seorang Muslim akidah kita harus benar, kudu sesuai sama Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
Konsekuensinya nih ada beberapa poin..
a.) kita harus yakin bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Mahabijaksana, Mahakuasa atas segala sesuatu
b.) kita harus yakin bahwa Allah tidak menciptakan alam semesta ini secara sia-sia (semisal, maaf, babi pun diciptakan dengan tidak sia-sia karena babi mempunyai tugas sebagai tukang bersihbersih.. babi aja bisa bersih-bersih, kita manusia suka bersih2 gak? Jangan kalah sama babi yaa hehe)
c.) kita kudu yakin bahwa Rasul adalah utusan Allah untuk mengenalkan manusia kepada pengesaan Allah
d.) kita kudu yakin bahwa tujuan keberadaan manusia adalah mengenal Allah, menaatiNya, dan beribadah kepadaNya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Zariyat: 56) dan jika kita sudah khusyuk dalam menyembahNya maka balasannya adalah surga
e.) manusia tugasnya adalah merencanakan dan berusaha seoptimal mungkin, akan tetapi manusia tidak bisa melakukannya tanpa taufik dan pertolongan Allah. Apalah manusia tanpa pertolongan Allah, hanya butiran dedak ayam yang ketiup angin puting beliung, terbang, kemudian menghilang... ✌️
f.) beribadahlah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. dulu saat zamannya SD nih sering ngikutin zodiak-zodiakan, dan sekarang yang lagi ngetren adalah manusia sering ngaitin dirinya dengan golongan darahnya. Yaa gapapa sih tapi jangan terlalu dipercaya ya.. percaya aja sama nikmat yang udah dikasih sama Allah :)
g.) kita harus takut kepada Allah, bukan takut sama hantu, apalagi takut sama manusia, cemen itu namanya ✌️. "Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (An-Nur: 52). Jadi kalau ketemu hantu, takut-takutin balik pake ayat kursi.
h.) kita harus banyak-banyak mengingat Allah, dzikir, baca Quran dsb. Bahkan Dr. Brill mengakui, "Seorang agamis sejati tidak akan pernah menderita sakit jiwa sama sekali." Dale Carniege, seorang psikolog, mengatakan, "Para dokter jiwa mengetahui bahwa keimanan yang kuat dan keteguhan memegang ajaran agama membersihkan jaminan untuk mengatasi kerisauan dan kegelisahan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit."
Tuh kurang keren apalagi coba dari dzikir ini, banyak2 mengingat Allah bro.. bahkan kata Aa Gym, "Stress itu disebabkan otak banyak berfikir tapi hati jaranv berdzikir"
i.) kudu cinta mati sama Allah (jangan cuma gombalan semata), tawakkal, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada kita, mohon ampunan senantiasa istighfar, dan harus sadar akan muroqobah (pengawasan) Allah.
2. Islamkan Ibadah kita
Dalam Islam, ibadah adalah puncak ketundukan dan puncak kesadaran mengenai keagungan Allah.
Konsekuensinya nih...
a.) Ibadah kite harus "hidup" dan "tersambung" kepada Allah. Inilah derajat ihsan dalam ibadah.. apatuh ihsan? Rasulullah pernah ditanya soal ihsan, beliay menjawab, "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak bisa (seakan-akan) melihat-Nya, maka (sadarilah bahwa) Ia melihatmu." (Mutafaq alaih)
b.) Dalam beribadah kudu khusyuk, biar bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan Allah dan nikmatnya kekhusyukan.. jangan sampe cuma raga doang yang di atas sajadah, tapi ruh nya entah kemana nyasar kayak lagu ayu tingting.. hehe
c.) Dalam beribadah, kita harus tamak, tidak pernah puas, tidak pernah kenyang.
d.) Kita harus punya semangat yang menggelora untuk melaksanakan qiyamulail (sholat malam) serta melatih diri untuk melaksanakannya sampai terbiasa, karena qiyamulail merupakan salah satu "mesin keimanan" yang paling besar.
e.) Hendaknya kita menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alquranul Karim khususnya pada waktu fajar. "...sesungguhnya bacaan pada waktu fajar (shalat Subuh -penerj.) itu disaksikan (oleh malaikat)." (Al-Isra: 78)
Jadi abis sholat subuh jangan langsung tidur guys, tiati entar dilaknat Rasul lhoo hiii...
f.) Optimalkan doa, terutama waktu2 doa itu di ijabah, seperti saat turun hujan, 1/3 malam, dsb..
3. Islamkan akhlak kita
4. Islamkan keluarga dan rumah tangga
Kita harus membawa risalah Islam kepada "masyarakat kecil": keluarga, istri/suami, anak, kerabat dekat, kemudian yang terdekat. Itulah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah pada saat memulai dakwah.
"Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim: 6)
b.) Harus memilih pendamping hidup dengan sebaik-baiknya. Memilih yang berakhlak dan beragama, sekalipun lebih rendah dibanding yang lain dalam hal harta dan paras.
"Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, barangkali kecantikannya itu akan membinasakannya; jangan menikahinya karena hartanya, barangkali hartanya itu menjadikannya sombong; tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sungguh, seorang perempuan budak yang sebagian hidungnya terpotong dan sebagian telinganya dilubangi, tetapi memiliki agama yang baik, itu lebih utama." (HR. Ibnu Majah)
c.) Tanggungjawab bersama dalam mendidik anak
5. Kalahkan nafsu!
a.) Manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Mereka cenderung kepada kehidupan dunia. Orang yang mengikuti jalan ini, Allah menjadikannya lupa diri.
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?..." (Al-Jatsiyah: 23)
b.) Manusia yang bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsunya dan melawan keinginannya. Terkadang mereka menang, terkadang kalah. Mereka kadang berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertobat. Mereka kadang bermaksiat kepada Allah, namun lantas menyesal dan beristighfar.
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (Ali-Imran: 135)
-Selama hati dalam keadaan hidup, lembut, jernih, kokoh, dan bercahaya.
"Hati orang beriman itu mulus, di dalamnya terdapat cahay terang. Sedangkan hati orang kafir itu hitam dan terbalik." (HR. Ahmad dan Thabrani)
-Selama akal memiliki bashirah (kebijaksanaan), berpengetahuan, mampu membedakan mana yang baik dan yg buruk, dan mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah, serta menhetahui keagungan dan kekuasaan-Nya.
Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan dan mendalami ajaran agama, supaya akal mengetahui hal-hal yang dapat membantunya dalam membedakan yang baik dari yang buruk, dan kebenaran dari kebatilan.
Islam merupakan satu-satunya sistem yang harmonis dengan kebutuhan-kebutuhan fitrah dan selaras dengab tuntutan-tuntutan kejiwaan maupun fisik manusia.
"Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Mahamengetahui?" (Al-Mulk: 14)
1. Pedoman hidup yaitu Al-Quran yang dicreate langsung oleh Allah
2. Pedoman UUD yang dibuat oleh manusia
Menurut salah satu dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) di IPB, jika UU tersebut di sah-kan maka kondisi rumah tangga banyak yang hancur, dan jika kondisi rumah tangga hancur, maka bagaimana dengan kondisi generasi penerus bangsa?
Oleh karena itu, yakini pedoman-Nya agar kita bisa selamat dunia dan akhirat.
Terakhir.....
Ibarat jangan hanya teori yang kita punya, tapi praktekkanlah.
Percuma jika teori punya nilai 90, tapi nilai praktek 0
Gampaaang
Kita berperan aktif dalam menebarkan kebaikan, dimana kaki berpijak disitulah kebaikan harus ditebarkan.
Dengan adanya kita di dalam Markaz Inspirasi ini merupakan salah satu prakteknya, karena Markaz Inspirasi mempunyai visi yang luar biasa dalam menebarkan nilai-nilai keislaman.
Yang masih ada di sekolah, ikutlah ekskul rohis yang keren abiessszzzsszz.. gamau rohis? Ikutlah osis, asaaal punya visi yang sama kayak rohis nih sama-sama menebar kebaikan didalamnya..
Jangan menjadi Muslim yang hanya mengurung diri di masjid, jangan menjadi Muslim yang hanya memperkaya ilmu diri tapi tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.
Muslim harus bangkit.. berawal dari pemuda, semuanya akan menjadi realita..