Komitmen Muslim Sejati
Apaan tuh? Emang kita selama ini ngapain aja jadi seorang Muslim?
Ceritanya berawal dari karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, sehingga ia bisa benar-benar menjadi Muslim. Hal ini menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh siapa saja yang menyatakan diri sebagai pemeluk agama ini. Selain itu hal ini bertujuan untuk menjelaskan tuntutan yang dikehendaki oleh Islam dari setiap Muslim agar pengakuannya sebagai Muslim benar dan sungguh-sungguh, selanjutnya ia menjadi seorang Muslim sejati.
Ceritanya berawal dari karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, sehingga ia bisa benar-benar menjadi Muslim. Hal ini menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh siapa saja yang menyatakan diri sebagai pemeluk agama ini. Selain itu hal ini bertujuan untuk menjelaskan tuntutan yang dikehendaki oleh Islam dari setiap Muslim agar pengakuannya sebagai Muslim benar dan sungguh-sungguh, selanjutnya ia menjadi seorang Muslim sejati.
❤️ Apa Artinya Saya Mengaku Muslim? ❤️
Pengakuan sebagai Muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan, bukan klaim terhadap suatu identitas, juga bukan klaim terhadap penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam, dan beradaptasi dengan Islam dalam setiap aspek kehidupan.
By the way, ada beberapa karakteristik yang harus kita miliki agar menjadi seorang Muslim sejati...
By the way, ada beberapa karakteristik yang harus kita miliki agar menjadi seorang Muslim sejati...
1. Islamkan akidah kita
Ini syarat pertama cuy, sebagai seorang Muslim akidah kita harus benar, kudu sesuai sama Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
Konsekuensinya nih ada beberapa poin..
a.) kita harus yakin bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Mahabijaksana, Mahakuasa atas segala sesuatu
b.) kita harus yakin bahwa Allah tidak menciptakan alam semesta ini secara sia-sia (semisal, maaf, babi pun diciptakan dengan tidak sia-sia karena babi mempunyai tugas sebagai tukang bersihbersih.. babi aja bisa bersih-bersih, kita manusia suka bersih2 gak? Jangan kalah sama babi yaa hehe)
c.) kita kudu yakin bahwa Rasul adalah utusan Allah untuk mengenalkan manusia kepada pengesaan Allah
d.) kita kudu yakin bahwa tujuan keberadaan manusia adalah mengenal Allah, menaatiNya, dan beribadah kepadaNya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Zariyat: 56) dan jika kita sudah khusyuk dalam menyembahNya maka balasannya adalah surga
e.) manusia tugasnya adalah merencanakan dan berusaha seoptimal mungkin, akan tetapi manusia tidak bisa melakukannya tanpa taufik dan pertolongan Allah. Apalah manusia tanpa pertolongan Allah, hanya butiran dedak ayam yang ketiup angin puting beliung, terbang, kemudian menghilang... ✌️
f.) beribadahlah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. dulu saat zamannya SD nih sering ngikutin zodiak-zodiakan, dan sekarang yang lagi ngetren adalah manusia sering ngaitin dirinya dengan golongan darahnya. Yaa gapapa sih tapi jangan terlalu dipercaya ya.. percaya aja sama nikmat yang udah dikasih sama Allah :)
g.) kita harus takut kepada Allah, bukan takut sama hantu, apalagi takut sama manusia, cemen itu namanya ✌️. "Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (An-Nur: 52). Jadi kalau ketemu hantu, takut-takutin balik pake ayat kursi.
h.) kita harus banyak-banyak mengingat Allah, dzikir, baca Quran dsb. Bahkan Dr. Brill mengakui, "Seorang agamis sejati tidak akan pernah menderita sakit jiwa sama sekali." Dale Carniege, seorang psikolog, mengatakan, "Para dokter jiwa mengetahui bahwa keimanan yang kuat dan keteguhan memegang ajaran agama membersihkan jaminan untuk mengatasi kerisauan dan kegelisahan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit."
Tuh kurang keren apalagi coba dari dzikir ini, banyak2 mengingat Allah bro.. bahkan kata Aa Gym, "Stress itu disebabkan otak banyak berfikir tapi hati jaranv berdzikir"
i.) kudu cinta mati sama Allah (jangan cuma gombalan semata), tawakkal, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada kita, mohon ampunan senantiasa istighfar, dan harus sadar akan muroqobah (pengawasan) Allah.
Ini syarat pertama cuy, sebagai seorang Muslim akidah kita harus benar, kudu sesuai sama Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
Konsekuensinya nih ada beberapa poin..
a.) kita harus yakin bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Mahabijaksana, Mahakuasa atas segala sesuatu
b.) kita harus yakin bahwa Allah tidak menciptakan alam semesta ini secara sia-sia (semisal, maaf, babi pun diciptakan dengan tidak sia-sia karena babi mempunyai tugas sebagai tukang bersihbersih.. babi aja bisa bersih-bersih, kita manusia suka bersih2 gak? Jangan kalah sama babi yaa hehe)
c.) kita kudu yakin bahwa Rasul adalah utusan Allah untuk mengenalkan manusia kepada pengesaan Allah
d.) kita kudu yakin bahwa tujuan keberadaan manusia adalah mengenal Allah, menaatiNya, dan beribadah kepadaNya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Zariyat: 56) dan jika kita sudah khusyuk dalam menyembahNya maka balasannya adalah surga
e.) manusia tugasnya adalah merencanakan dan berusaha seoptimal mungkin, akan tetapi manusia tidak bisa melakukannya tanpa taufik dan pertolongan Allah. Apalah manusia tanpa pertolongan Allah, hanya butiran dedak ayam yang ketiup angin puting beliung, terbang, kemudian menghilang... ✌️
f.) beribadahlah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. dulu saat zamannya SD nih sering ngikutin zodiak-zodiakan, dan sekarang yang lagi ngetren adalah manusia sering ngaitin dirinya dengan golongan darahnya. Yaa gapapa sih tapi jangan terlalu dipercaya ya.. percaya aja sama nikmat yang udah dikasih sama Allah :)
g.) kita harus takut kepada Allah, bukan takut sama hantu, apalagi takut sama manusia, cemen itu namanya ✌️. "Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (An-Nur: 52). Jadi kalau ketemu hantu, takut-takutin balik pake ayat kursi.
h.) kita harus banyak-banyak mengingat Allah, dzikir, baca Quran dsb. Bahkan Dr. Brill mengakui, "Seorang agamis sejati tidak akan pernah menderita sakit jiwa sama sekali." Dale Carniege, seorang psikolog, mengatakan, "Para dokter jiwa mengetahui bahwa keimanan yang kuat dan keteguhan memegang ajaran agama membersihkan jaminan untuk mengatasi kerisauan dan kegelisahan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit."
Tuh kurang keren apalagi coba dari dzikir ini, banyak2 mengingat Allah bro.. bahkan kata Aa Gym, "Stress itu disebabkan otak banyak berfikir tapi hati jaranv berdzikir"
i.) kudu cinta mati sama Allah (jangan cuma gombalan semata), tawakkal, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada kita, mohon ampunan senantiasa istighfar, dan harus sadar akan muroqobah (pengawasan) Allah.
2. Islamkan Ibadah kita
Lho? Emang kenapa sama ibadah gue?
Dalam Islam, ibadah adalah puncak ketundukan dan puncak kesadaran mengenai keagungan Allah.
Konsekuensinya nih...
a.) Ibadah kite harus "hidup" dan "tersambung" kepada Allah. Inilah derajat ihsan dalam ibadah.. apatuh ihsan? Rasulullah pernah ditanya soal ihsan, beliay menjawab, "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak bisa (seakan-akan) melihat-Nya, maka (sadarilah bahwa) Ia melihatmu." (Mutafaq alaih)
b.) Dalam beribadah kudu khusyuk, biar bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan Allah dan nikmatnya kekhusyukan.. jangan sampe cuma raga doang yang di atas sajadah, tapi ruh nya entah kemana nyasar kayak lagu ayu tingting.. hehe
c.) Dalam beribadah, kita harus tamak, tidak pernah puas, tidak pernah kenyang.
d.) Kita harus punya semangat yang menggelora untuk melaksanakan qiyamulail (sholat malam) serta melatih diri untuk melaksanakannya sampai terbiasa, karena qiyamulail merupakan salah satu "mesin keimanan" yang paling besar.
e.) Hendaknya kita menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alquranul Karim khususnya pada waktu fajar. "...sesungguhnya bacaan pada waktu fajar (shalat Subuh -penerj.) itu disaksikan (oleh malaikat)." (Al-Isra: 78)
Jadi abis sholat subuh jangan langsung tidur guys, tiati entar dilaknat Rasul lhoo hiii...
f.) Optimalkan doa, terutama waktu2 doa itu di ijabah, seperti saat turun hujan, 1/3 malam, dsb..
Dalam Islam, ibadah adalah puncak ketundukan dan puncak kesadaran mengenai keagungan Allah.
Konsekuensinya nih...
a.) Ibadah kite harus "hidup" dan "tersambung" kepada Allah. Inilah derajat ihsan dalam ibadah.. apatuh ihsan? Rasulullah pernah ditanya soal ihsan, beliay menjawab, "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak bisa (seakan-akan) melihat-Nya, maka (sadarilah bahwa) Ia melihatmu." (Mutafaq alaih)
b.) Dalam beribadah kudu khusyuk, biar bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan Allah dan nikmatnya kekhusyukan.. jangan sampe cuma raga doang yang di atas sajadah, tapi ruh nya entah kemana nyasar kayak lagu ayu tingting.. hehe
c.) Dalam beribadah, kita harus tamak, tidak pernah puas, tidak pernah kenyang.
d.) Kita harus punya semangat yang menggelora untuk melaksanakan qiyamulail (sholat malam) serta melatih diri untuk melaksanakannya sampai terbiasa, karena qiyamulail merupakan salah satu "mesin keimanan" yang paling besar.
e.) Hendaknya kita menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alquranul Karim khususnya pada waktu fajar. "...sesungguhnya bacaan pada waktu fajar (shalat Subuh -penerj.) itu disaksikan (oleh malaikat)." (Al-Isra: 78)
Jadi abis sholat subuh jangan langsung tidur guys, tiati entar dilaknat Rasul lhoo hiii...
f.) Optimalkan doa, terutama waktu2 doa itu di ijabah, seperti saat turun hujan, 1/3 malam, dsb..
3. Islamkan akhlak kita
Berakhlak mulia merupakan tujuan pokok dari risalah Islam. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah Saw. dalam sevuah hadistnya, "Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Akhlak mulia merupakan bukti dan buah keimanan. Keimanan tidak ada nilainya tanpa akhlak. "Iman bukanlah dengan angan-angan, akan tetapi apa yang bersemayam di hati dan dibuktikan oleh perbuatan." (HR. Dailami dalam Musnad-nya)
Akhlak mulia adalah buah ibadah dalam Islam. Tanpa itu, ibadah tak ubahnya upacara dan gerakan-gerakan yang tidak memiliki nilai dan faedah sama sekali.
Seyogianya kita harus bersikap hati-hati terhadap syubhat atau dari yang meragukan, menahan pandangan (nah ini nih terkadang masih susah ye apalagi anak abg nih liat artis korea yang mukanya licin abieeessszzzssszzz hehe), menjaga lidah, malu, pemaaf dan sabar (sabarnya Rasulullah teope begete dah), jujur, rendah hati, dermawan dan pemurah..
Selain itu ada juga nih, menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari-cela sesama Muslim.. di Indonesia banyak nih tayangan gossip.. tiati guys
Daaaan sifatnya lagi adalah... menjadi teladan yang baik. Menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat, luar biasa dah itu
.
4. Islamkan keluarga dan rumah tangga
4. Islamkan keluarga dan rumah tangga
Hhhmmm... sudah pada berkeluarga? Hehe... kalau saya jujur belum, tapi akan coba saya bahas dalam buku penuntun ini..
Tidaklah cukup kita menjadi Muslim seorang diri, tanpa mempedulikan orang-orang di sekeliling kita. Sebab, salah satu pengaruh yang ditumbuhkan oleh ajaran Islam di dalam jiwa manusia --jika ia beriman dan berbuat ihsan-- adalah sikap memperhatikan orang lain, mengajak mereka, menasehati mereka, dan memiliki sikap pembelaan terhadap mereka.
Kita harus membawa risalah Islam kepada "masyarakat kecil": keluarga, istri/suami, anak, kerabat dekat, kemudian yang terdekat. Itulah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah pada saat memulai dakwah.
"Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim: 6)
Kita harus membawa risalah Islam kepada "masyarakat kecil": keluarga, istri/suami, anak, kerabat dekat, kemudian yang terdekat. Itulah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah pada saat memulai dakwah.
"Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim: 6)
a.) Pernikahan harus dilaksanakan semata karena Allah, yaitu dalam rangka membentuk rumah tangga Muslim, mendapatkan keturunan yang saleh yang siap mengemban amanah serta mengembangbiakkan dan melanggengkan hidayah.
b.) Harus memilih pendamping hidup dengan sebaik-baiknya. Memilih yang berakhlak dan beragama, sekalipun lebih rendah dibanding yang lain dalam hal harta dan paras.
"Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, barangkali kecantikannya itu akan membinasakannya; jangan menikahinya karena hartanya, barangkali hartanya itu menjadikannya sombong; tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sungguh, seorang perempuan budak yang sebagian hidungnya terpotong dan sebagian telinganya dilubangi, tetapi memiliki agama yang baik, itu lebih utama." (HR. Ibnu Majah)
c.) Tanggungjawab bersama dalam mendidik anak
b.) Harus memilih pendamping hidup dengan sebaik-baiknya. Memilih yang berakhlak dan beragama, sekalipun lebih rendah dibanding yang lain dalam hal harta dan paras.
"Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, barangkali kecantikannya itu akan membinasakannya; jangan menikahinya karena hartanya, barangkali hartanya itu menjadikannya sombong; tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sungguh, seorang perempuan budak yang sebagian hidungnya terpotong dan sebagian telinganya dilubangi, tetapi memiliki agama yang baik, itu lebih utama." (HR. Ibnu Majah)
c.) Tanggungjawab bersama dalam mendidik anak
5. Kalahkan nafsu!
Manusia senantiasa dalam pergulatan melawan nafsunya, sehingga ia bisa mengalahkan nafsu, atau nafsu itu yang mengalahkannya. Atau dengan kata lain, pertarungan itu akan tetap berlangsung sampai ajal menjemputnya.
Dalam pergulatan melawan nafsu, manusia terbagi menjadi beberapa tipe:
a.) Manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Mereka cenderung kepada kehidupan dunia. Orang yang mengikuti jalan ini, Allah menjadikannya lupa diri.
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?..." (Al-Jatsiyah: 23)
b.) Manusia yang bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsunya dan melawan keinginannya. Terkadang mereka menang, terkadang kalah. Mereka kadang berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertobat. Mereka kadang bermaksiat kepada Allah, namun lantas menyesal dan beristighfar.
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (Ali-Imran: 135)
a.) Manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Mereka cenderung kepada kehidupan dunia. Orang yang mengikuti jalan ini, Allah menjadikannya lupa diri.
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?..." (Al-Jatsiyah: 23)
b.) Manusia yang bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsunya dan melawan keinginannya. Terkadang mereka menang, terkadang kalah. Mereka kadang berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertobat. Mereka kadang bermaksiat kepada Allah, namun lantas menyesal dan beristighfar.
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (Ali-Imran: 135)
hayooo yang manakah dirimu? Jawab dalem hati aje yeee...
Untuk memenangkan diri kita terhadap hawa nafsu, jagalah hati dan akal kita.
-Selama hati dalam keadaan hidup, lembut, jernih, kokoh, dan bercahaya.
"Hati orang beriman itu mulus, di dalamnya terdapat cahay terang. Sedangkan hati orang kafir itu hitam dan terbalik." (HR. Ahmad dan Thabrani)
-Selama akal memiliki bashirah (kebijaksanaan), berpengetahuan, mampu membedakan mana yang baik dan yg buruk, dan mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah, serta menhetahui keagungan dan kekuasaan-Nya.
Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan dan mendalami ajaran agama, supaya akal mengetahui hal-hal yang dapat membantunya dalam membedakan yang baik dari yang buruk, dan kebenaran dari kebatilan.
-Selama hati dalam keadaan hidup, lembut, jernih, kokoh, dan bercahaya.
"Hati orang beriman itu mulus, di dalamnya terdapat cahay terang. Sedangkan hati orang kafir itu hitam dan terbalik." (HR. Ahmad dan Thabrani)
-Selama akal memiliki bashirah (kebijaksanaan), berpengetahuan, mampu membedakan mana yang baik dan yg buruk, dan mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah, serta menhetahui keagungan dan kekuasaan-Nya.
Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan dan mendalami ajaran agama, supaya akal mengetahui hal-hal yang dapat membantunya dalam membedakan yang baik dari yang buruk, dan kebenaran dari kebatilan.
6. Kita harus yakin bahwa masa depan adalah milik Islam
Kepercayaan kita kepada Islam harus mencapai tingkat keyakinan bahwa masa depan adalah milik agama ini, Islam. Keberadaan Islam sebagai ajaran yang berasal dari Allah, menjadikannya lebih layak dan lebih mampu untuj mengatur urusan kehidupan serta mengendalikan dan memimpin umat manusia.
Islam merupakan satu-satunya sistem yang harmonis dengan kebutuhan-kebutuhan fitrah dan selaras dengab tuntutan-tuntutan kejiwaan maupun fisik manusia.
"Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Mahamengetahui?" (Al-Mulk: 14)
Islam merupakan satu-satunya sistem yang harmonis dengan kebutuhan-kebutuhan fitrah dan selaras dengab tuntutan-tuntutan kejiwaan maupun fisik manusia.
"Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Mahamengetahui?" (Al-Mulk: 14)
Di Indonesia khususnya ada 2 pedoman..
1. Pedoman hidup yaitu Al-Quran yang dicreate langsung oleh Allah
2. Pedoman UUD yang dibuat oleh manusia
1. Pedoman hidup yaitu Al-Quran yang dicreate langsung oleh Allah
2. Pedoman UUD yang dibuat oleh manusia
Pedoman hidup dari Allah sesungguhnya sangat sempurna, excelent, T.O.P B.G.T, mengerti sekali akan fitrahnya manusia mulai mengurusi manusia mulai dari urusan pribadi, keluarga, sosial, ekonomi, negara, dsb.. manusia yang berpedoman sekali pada pedoman dari Allah, Allah cukupkan kehidupannya bahkan Allah tambah nikmatNya lagi
Ketika dilihat UUD, buatan manusia. Ingat ya, buatan manusia, masih banyak yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Masih teringat beberapa bulan/tahun lalu terkait pengesahan UUD tentang kesetaraan gender, bagaimana menurut teman-teman?
Menurut salah satu dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) di IPB, jika UU tersebut di sah-kan maka kondisi rumah tangga banyak yang hancur, dan jika kondisi rumah tangga hancur, maka bagaimana dengan kondisi generasi penerus bangsa?
Menurut salah satu dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) di IPB, jika UU tersebut di sah-kan maka kondisi rumah tangga banyak yang hancur, dan jika kondisi rumah tangga hancur, maka bagaimana dengan kondisi generasi penerus bangsa?
Nah inilah perbedaan yang sangat jelas.. sesungguhnya pedoman yang dibuat manusia tidak bisa menyaingi kesempurnaan pedoman dari Allah.
Oleh karena itu, yakini pedoman-Nya agar kita bisa selamat dunia dan akhirat.
Terakhir.....
Oleh karena itu, yakini pedoman-Nya agar kita bisa selamat dunia dan akhirat.
Terakhir.....
Setelah kita sudah meyakini semua itu dari point 1-6, segeralah aplikasikan dalam kehidupan nyata.
Ibarat jangan hanya teori yang kita punya, tapi praktekkanlah.
Percuma jika teori punya nilai 90, tapi nilai praktek 0
Ibarat jangan hanya teori yang kita punya, tapi praktekkanlah.
Percuma jika teori punya nilai 90, tapi nilai praktek 0
Belum menjadi muslim sejati itu namanya..
Gimana cara prakteknya?
Gampaaang
Kita berperan aktif dalam menebarkan kebaikan, dimana kaki berpijak disitulah kebaikan harus ditebarkan.
Dengan adanya kita di dalam Markaz Inspirasi ini merupakan salah satu prakteknya, karena Markaz Inspirasi mempunyai visi yang luar biasa dalam menebarkan nilai-nilai keislaman.
Yang masih ada di sekolah, ikutlah ekskul rohis yang keren abiessszzzsszz.. gamau rohis? Ikutlah osis, asaaal punya visi yang sama kayak rohis nih sama-sama menebar kebaikan didalamnya..
Gampaaang
Kita berperan aktif dalam menebarkan kebaikan, dimana kaki berpijak disitulah kebaikan harus ditebarkan.
Dengan adanya kita di dalam Markaz Inspirasi ini merupakan salah satu prakteknya, karena Markaz Inspirasi mempunyai visi yang luar biasa dalam menebarkan nilai-nilai keislaman.
Yang masih ada di sekolah, ikutlah ekskul rohis yang keren abiessszzzsszz.. gamau rohis? Ikutlah osis, asaaal punya visi yang sama kayak rohis nih sama-sama menebar kebaikan didalamnya..
Yang anak kuliahan, banyak tuh ada LDK, BEM, DPM.. ikuti saja organisasinya. Umat Islam harus berperan aktif dimanapun untuk menyebarkan kebaikan, Muslim yang baik harus menjadi teladan bagi manusia lainnya.
Jangan menjadi Muslim yang hanya mengurung diri di masjid, jangan menjadi Muslim yang hanya memperkaya ilmu diri tapi tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.
Muslim harus bangkit.. berawal dari pemuda, semuanya akan menjadi realita..
Jangan menjadi Muslim yang hanya mengurung diri di masjid, jangan menjadi Muslim yang hanya memperkaya ilmu diri tapi tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.
Muslim harus bangkit.. berawal dari pemuda, semuanya akan menjadi realita..
Sekian~
~ Farah Nur Rahmah, S.Pt @ Markaz Inspirasi on Telegram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar